Berusaha Atas Dasar Ketuhanan Membentuk Kekuatan Tanpa Batas


Catatan ini aku (penulis) publikasikan bersumber dari catatan pribadi perjalanan penulis. Bukan sekedar ingin membuat postingan baru atau memperbanyak postingan, tapi penulis berharap ini akan dapat turut menularkan hikmah, pelajaran, dan gelora semangat membara kepada para Sobat Kreatif Indonesia yg telah penulis terima dari hikmah perjalanan hidup yg dilaluinya. OK. Salam Kreatif dan Semoga Bermanfaat!

Sobat Kreatif Indonesia

Usaha keras atas dasar ketuhanan, keyakinan yang begitu mendalam akan adanya balasan dari Tuhan, dan kesadaran akan kesertaan Tuhan dalam setiap langkah membuat tekad diri tak mungkin dipudarkan. Begitu yakin untuk tak mungkin gagal, tak mungkin untuk berhenti di tengah jalan, tak akan mundur selangkahpun. Kemantapan hati yang demikian membuat langkah ini begitu mantap, begitu kuat. Bergerak seolah tak ada lelah, tak ada bosan, tak ada waktu untuk menunda dan istirahat, membawa emosi yang tak terhentikan. Kekuatan yang luar biasa yang tak pernah terprediksikan begitu kuatnya. Ternyata sebetulnya aku memang bisa!!! Yahhh… Itu dia, karena Tuhan selalu membantuku yang berkehendak baik pada Tuhan, memperjuangkan kebaikan yang telah Tuhan ajarkan. Bagaimana bisa sebegitu kuat? Hati Kita yang begitu yakin, mantap, kuat, memiliki kekuatannya tersendiri. Terlebih, hati ini telah terhubung pada sumber pembentuk segala emosi dan spirit, Tuhan Yang Maha Kuasa.  Baca lebih lanjut

Iklan

Cara Berpikir dalam Menentukan Pasangan telah Membentuk Sikap Kita dalam Bertindak


Catatan ini aku (penulis) publikasikan bersumber dari catatan pribadi perjalanan penulis. Bukan sekedar ingin membuat postingan baru atau memperbanyak postingan, tapi penulis berharap ini akan dapat turut menularkan hikmah, pelajaran, dan gelora semangat membara kepada para Sobat Kreatif Indonesia yg telah penulis terima dari hikmah perjalanan hidup yg dilaluinya. OK. Salam Kreatif dan Semoga Bermanfaat!

Sobat Kreatif Indonesia

Jika tolok ukur/cara pandangmu terhadap wanita terletak pada kecantikannya, maka tak henti-hentinya kamu akan mencoba menilai seberapa pantaskah diri ini. Setampan apakah, secantik apakah rupa ini sehingga pantas bersanding dengannya yang tampak begitu menawa, mempesona, cantik jelita. Hingga tak henti-hentinyalah cara pandangmu ini membebanimu, ternyata orang lain yg itu jauh lebih tampan dariku, tak henti-hentinya kamu membandingkan rupa ini dengan setiap orang yg kamu jumpai dekat dengan sesosok yang kamu harapkan kecantikanya. Sehingga pikiran dan tindakanmu selalu sibuk dengan berusaha membandingkan dan menyamakan ketampanan/kecantikanmu sehingga dapat pantas untuknya. Pola pikir yang seperti itu membuatmu susah yang justru membuatmu melakukan tindakan-tindakan tak berguna yang mengabaikan keperluanmu yg jauh lebih penting. Baca lebih lanjut