Ayo, Mulai Belajar PHP Bareng-Bareng Yuk…


Belajar-PHP-Bareng-Bareng-blog sobat kreatifPHP merupakan salah satu bahasa pemrograman website yang bertindak dari sisi server. Karena sebagai server side language, maka Kita harus menginstal server lokal sebagai simulasi web server. Apa saja yang dibutuhkan? Kita dapat gunakan program-program berikut untuk memulainya Apache Web Server, PHP, MySQL (sebagai RDBMS), dan phpMyAdmin.

Pada dasarnya, program tersebut dalam kondisi terpisah, namun untuk Windows Kita dapat gunakan salah satu dari paket-paket berikut yang telah mengemasnya menjadi satu:
XAMPP (www.apachefriends.org/en/xampp.html), AppServ (www.appservnetwork.com/), WAMP (www.wampserver.com/en/).

Disarankan Kita gunakan XAMPP yang menyediakan aplikasi tambahan MercuryMail (untuk mail server lokal) dan FileZilla (Client FTP) serta paket PEAR yang lengkap. Instalasinya cukup mudah, hanya perlu Next” saja, namun ketika dijumpai Install …. as service, sebaiknya dicentang saja semua.
Baca lebih lanjut

Iklan

PHP Function Reference


fungsi php-blog sobat kreatifBerikut fungsi-fungsi, deskripsi, dan beberapa contoh mengenai fungsi-fungsi dalam PHP (masih diperbaiki, dan Insya Alloh juga akan segera dilengkapi agar lebih baik lagi):

empty ( $var )

Memeriksa apakah nilai variabel kosong, apabila $var == ‘’ maka bernila true (1), jika sebaliknya maka false.

isset ( $var )

Memeriksa apakah variabel sudah terbentuk, apabila $var != null maka bernilai true (1), jika selainnya maka false.

unset ( $var )

Menghapus variabel dari program.

headers_sent ( [$file], [$line] )

Memeriksa apakah sudah ada header yang dikirim, apabila sudah ada maka menghasilkan nilai balik true, jika sebaliknya maka false. Argumen $file dan $line dapat digunakan untuk menentukan variabel yang akan menyimpan nama file yg telah mengirimkan headers (yaitu $file) dan pada baris program ke berapa pengiriman header itu dilakukan ($line). Baca lebih lanjut

Catatan Skrip untuk Web Development


Image

htaccess untuk Rewrite URL (versi CMS Lokomedia)

<IfModule mod_rewrite.c>

RewriteEngine On

 

RewriteRule ^home$ main.php?module=home [L]

RewriteRule ^news-([0-9]+)-(.*)\.html$ main.php?module=news&id=$1 [L]

RewriteRule ^page-news-(.*)-([0-9]+)\.html$ main.php?module=news&id=$1&page=$2 [L]

</IfModule>

 

htaccess untuk keperluan penting lainnya (keamanan & redirect karena error 404)

Options All -Indexes

ErrorDocument 404 http://localhost/404.php

  Baca lebih lanjut

Download Ebook Lengkap Belajar AJAX & PHP


AJAX (Asynchronous JavaScript and XML) merupakan salah satu tren web development masa kini yang mampu membuat halaman website menjadi lebih interaktif. Bagaimana bisa dikatakan interaktif? Dalam hal ini, website akan mampu melakukan eksekusi dan transfer data dari atau ke web server tanpa melakukannya  dari pemanggilan data dari awal. Sehingga dengan kata lain AJAX memungkinkan aplikasi web dapat berinteraksi dengan server di balik layar, tanpa mempengaruhi halaman website secara keseluruhan. Dengan cara ini, website dapat berjalan dengan lebih ringan dan lebih cepat. AJAX berjalan di atas JavaScript dengan pentransferan data yang dapat disajikan dalam bentuk XML atau JSON yang mana dapat terhubung dengan server side language yang mendukungnya, yang mana dalam hal ini digunakan PHP sebagai bahasa sisi servernya.

Berikut bersama postingan ini disampaikan sebuah eBook untuk belajar AJAX & PHP untuk membuat website yang interaktif yang dapat langsung didownload

.Kover eBook - AJAX and PHP – Building Responsive Web Application

Baca lebih lanjut

Koneksi Database dengan PHP


Untuk menghubungkan sebuah skrip PHP dengan sebuah database server, tentunya Kita memerlukan sebuah otentikasi yang tepat agar Kita dapat dikenali oleh database server sebagai user yang berhak mengaksesnya. Oleh karena itu Kita memerlukan informasi hostname, username, dan password yang digunakan pada database server untuk melakukan koneksi tersebut. Adapun perintah pengkoneksian terhadap database server tersebut dapat Kita simpan dalam sebuah file tersendiri, langsung diketikkan pada file yang membutuhkan akses ke database server atau dapat diatur langsung sebagai konfigurasi default pada php.ini yang mengatur pengkoneksian ke database server (misalnya MySQL).
Adapun yang saat ini di-share-kan adalah dengan menyimpan perintah pengkoneksian dalam sebuah file tersendiri. Yang mana cara ini akan memberi keuntungan bahwa Kita tidak perlu mengetikkan ulang perintah koneksi berulang-ulang pada setiap file yang membutuhkan akses ke database server. Jadi dengan cara ini, setiap Kita memerlukan koneksi ke database server, Kita hanya perlu memanggil nama filenya saja sebagai argumen sebuah perintah yang mengakibatkan isi dari file tersebut akan disisipkan dalam file yang memerlukan koneksi tersebut.

// File: connect.php
<?php
$hostname = ‘localhost’;
$username = ‘root’;
$password = ”;
$database = ‘latihan’;

mysql_connect ( $hostname, $username, $password ) or die ( ‘Maaf, Koneksi gagal dilakukan!’ );
mysql_select_db ( $database ) or die ( ‘Maaf, database tidak ditemukan!’ );
?>

Sekain dulu ya, semoga membantu. Untuk teknik yang lain dan penjelasan lebih lanjut mengenai cara-cara sejenis ini InsyaAlloh akan disambung lagi pada kesempatan berikutnya. Terima Kasih, Semoga ada yang dapat diambil manfaatnya. Atau setidaknya ada memberi semangat untuk belajar web development.