Mr Hiruku Dan 3 Anak Angkatnya (Karya Eko Prayitno)


curhat-hehe-puisi-bebas-sahabat-karya-eko-prayitno-sobat-kreatif-indonesia

Tulisan ini merupakan karya seorang Sobat Kreatif yang masuk ke Tim Sobat Kreatif Indonesia yang bernama Eko Prayitno (FB: https://www.facebook.com/alwayzmile.eko). Tulisan merupakan utuh hasil karya penulis. Ada lebih kurangnya dari tulisan ini merupakan hasil kreativitas penulis. Kami hanya berusaha menyediakan wadah untuk kreatifitas yang tiada henti tersebut. Selamat Menyimak dan Salam Kreatif!

Ada seorang laki-laki yang sudah berumur 24 tahun, tapi dia belum memilki seorang pendamping hidupnya. Dia terbilang kaya, dengan rumah besar, dan perusahaan yang sudah ada di setiap kota. Laki-laki ini bernama Hiruku. Suatu hari mr hiruku bersama profesor Mizuko ingin membuat suatu penemuan, tetapi penemuan ini memerlukan satu alat yang tidak ada lagi produksinya di bumi. Mr Hiruku dan Prof Mizuko pun berencana mencuri alat itu dari tangan musuhnya yang bernama mr Ridonki. Berbagai cara telah ia lakukan, dari menerobos pintu masuk, hingga harus berhadapan dengan gorila raksasa peliharaan Ridonki.

Suatu hari dia melihat 3 gadis kecil yang mencoba masuk kedalam rumah mr Ridonki, awalnya mr Hiruku tidak yakin kalau ketiga gadis ini akan berhasil masuk kedalam rumah mr Ridonki, tetapi dia salah menduga, ketiga gadis ini berhasil masuk walaupun harus mengotot ke cam CCTV untuk meyakinkan mereka adalah orang baik-baik. Tak lama, mr Hiruku memiliki ide untuk menyuruh ketiga anak itu untuk mengambil alat yang di incarnya, yang sangat susah untuk di ambil.

Keesokan harinya mr Hiruku pergi ke panti asuhan dimana tempat ketiga anak itu tinggal, mr Hiruku mengetahuinya dari kotak yang ketiga anak itu bawa saat kerumah mr Ridonki. Mr Hiruku pun menyamar menjadi seorang polisi, agar meyakinkan ketua yayasan panti asuhan, dan yakin kalau anak-anak yang akan di adopsi dapat hidup dengan layak. Ketiga anak itupun di panggil oleh ketua yayasan, betapa senangnya hati mereka mendengar kabar kalau mereka akan tinggal di tempat baru, bersama ayah dan ibu yang mereka inginan, segala jenis barang yang mereka bawa di masukan kedalam koper yang telah disiapkan mr Hiruku. Tetapi mereka kaget, melihat wajah sang calon ayah seperti wajahnya orang yang tidak memiliki kasih sayang kepada mereka. Tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan, awalnya mereka sempat menolak, tetapi sang ketua yayasan sudah menandatangani surat sah pengambilan mereka.

Ketua yayasan mengenalkan ketiga anak itu, Elina, Riani, dan Eliza. Elina yang terbesar dan Eliza anak yang paling kecil, sedangkan Riani diantara keduanya (13, 9, 6). Berangkatlah mereka menuju rumah mr Hiruku, di bawalah mereka bertiga kesuatu ruangan tempat dimana mereka akan tidur, dengan kamar yang luas, dengan fasilitas mewah, dan kasur yang lembut. Tak seperti disaat mereka masih di panti asuhan, disini sangat menyenangkan. Mereka pun di tinggal oleh mr Hiruku menuju tempat kerjanya, ketiga anak ini riang gembira, melompat-lompat, lari-larian, dan melambung-lambungkan badan ke kasur. Sedangkan di tempat kerja Mr Hiruku sedang merencanakan misi pencurian alat yang bernama Micro Chip Algulator (gak tau apa fungsi benda itu, tapi yang jelas bendanya kecil berbentuk kotak, persis seperti Chip Prosesor Notebook). Setelah rencana di susun dengan matang, mr Hiruku menemui ketiga anak itu, di jelaskanlah apa yang harus mereka lakukan di rumah mr Ridonki, awalnya ketiga anak itu menolak melakukannya, tetapi mr Hiruku memaksa dan mengancam akan membalikan mereka ke panti asuhan. Tak lama berfikir, mereka bertigapun setuju dan bergegas untuk mengganti pakaian.

Setelah semuanya beres, mereka berempat berangkat menuju rumah mr Ridonki, dan berhasil mengecoh dan masuk kedalam rumah, diam-diam mr Hiruku masuk lewat pintu belakang, karena mr Ridonki sedang asik bersama ketiga anak yang lucu-lucu itu. Taklama proses mereka pun berhasil mengambil chip itu. Dan bergegas kembali kerumah, dan langsung menemui mr Mizuko, untuk melanjutkan penemuan mereka. Tak lama telephon berdering di rumah mr Hiruku, sang penelpon berkata, bahwa saldo di bank sudah kosong dan tidak dapat digunakan lagi untuk saat itu. Mr Hiruku berputus asa, dari mana ia mendapatkan uang untuk meneruskan penelitiannya. Mr Hiruku mengumpulkan para pekerja dan mengumumkan berita buruk ini, dan para pekerjapun bersedih, karena penemuan ini adalah penemuan besar, dan apabila berhasi di ciptakan, mereka akan kaya raya.

Elina, Riani, dan Eliza tak sengaja mendengar kabar ini, dan mereka pun turut bersedih, Eliza pun mendekati Mr Hiruku, betapa kagetnya Mr Hiruku kalau ketiga anak itu sudah ada di belakangnya dan mendengar kabar itu, Eliza menarik tangan Mr Hiruku, dan memberi celengan kecil berbentuk sapi mini, yang isinya hanya ada 10$, dan emas 100 g yang berbentuk logam. Mr Hiruku pun terharu, matanya sedikit berair. Dia bahkan tidak mencintai anak-anak ini, karena dia mengadopsi mereka hanya untuk di manfaatkan. Salah satu pekerja mengeluarkan selembar kertas sebesar 10$ dan pekerja lainnya pun mengikuti sambil mengeluarkan uang yang ada di saku mereka masing-masing. Tak terasa yang mereka kumpulkan cukup untuk melanjutkan penemuanini, dan mr Hiruku begitu senangnya karena bisa melanjutkan penemuan ini.

Hari demi hari telah mereka lewati, ketiga anak itu meminta mr Hiruku untuk mengantarkan mereka latihan tari balet, awalnya Mr Hiruku menolak, karena sedang sibuk dengan penemuannya, tetapi dia tidak bisa menolak, karena si bungsu menangis. Lama menunggu ketiga anak itu latihan, akhirnya selesai juga, dan mereka kembali pulang menuju rumah, dan langsung menuju kamar anak-anak itu, karena sudah malam, dan mereka sudah lelah dengan harinya. Sang bungsu meminta Mr H untuk bercerita sebelum tidur, agar mereka bisa tidur lebih cepat, Mr H mau walau terpaksa dan agak sedikit emosi, Mr H bercerita tentang Tiga anak ayak yang tersesat di hutan, yang bingung mencari induk mereka.

Di akhir cerita Mr H merasa terpukul, dengan cerita itu,”Ketiga anak ayam itu harus berjuang melawan hidup tanpa sosok induk di antara mereka” Mr H melihat ketiga anak itu yang sudah mengantuk, dan Mr H juga sudah mengantuk. Mr H bergegas pergi, Sibungsu meminta ciuman sebelum tidur, tapi Mr H langsung menutup pintu.
Pagi pun menyambut, Mr H sudah memasakan makanan untuk ketiga anak itu, dengan riang gembira mereka makan bersama. Sampai-sampai sang mr H lupa dengan penemuannya, karena asik dengan anak-anak itu. Prof Mizuko yang sedikit kesal dengan sifat Mr H akhir-akhir ini, melaporkan penipuan yang di lakukan Mr H kepada pihak panti asuhan, dan taklama pihak panti mendatangi rumah Mr H, dan mengambil kembali ketiga anak itu. Mr H sedikit sedih, tetapi juga ingin membuang ketiga anak itu.

Penelitian pun di lanjutkan, tetapi konsentrasi Mr H bubar, karena terus mengingat ketiga anak itu, Lukisan gambar di dinding, bantal-bantal yang masih berserakan, mainan-mainan yang masih berantakan, mengingatkan dirinya kepada ketiga anak itu, Mr H merasa kesepian, dia merasa ada yang hilang. Penelitian pun sukses, dengan hasil yang spektakuler, sang pekerja memberikan selembar kertas yang isinya “ayah, kami bertiga akan tampil di acara festival tari balet di Teather Seni Daerah, kami harap ayah datang, dan disertakan tanggal acara”.

Mr membuangnya, tapi diam-diam sang pekerja memasukan kedalam kocek saku Mr H. Saat pengujian mesin, dan berhasil dengan mulus, tak sengaja kertas itu terjatuh, dan Mr H pun membacanya, dan bergegas ke Teather Seni Daerah. Melaju menggunakan mobil dan berharap acara belum selesai, sesaat sudah sampai di theater, ternyata acara sudah selesai. Mr H menyesal, dia merasa kecewa karena tidak bisa menyaksikan pertunjukan anak-anaknya. Mr H berjalan keluar, dan melihat selembar kertas yang tertulis “aku cinta ayah, ini bangku ayah Hiruku” dan membalik kertas itu, kagetnya terdapat lambang musuhnya, dan Mr H yakin kalau mereka bertiga di culik si Ridonki. Bergegas pergi kerumah Ridonki, sang Mr H memaksa masuk, dan berulang kali menghadapi jebakan yang sudah dipasang, tetapi dia berhasil melewatinya.

Dan Mr H berhasil mengambil kembali anak_anak itu. Dan langsung dibawanya kembali kerumah Mr H, Sebelum tidur mereka ingin mendengar sebuah dongeng, dan Mr H pun membacakan dongeng yang dia buat kepada mereka “baik lah, aku akan bercerita kepada kalian, tapi langsung tidur ya. begini ceritanya, (buku yang di rangkai sendiri oleh Mr H, dengan disain gambar yang lucu serta unik) ceritanya berjudul Seekor Kuda Poni Besar… suatu hari ada seekor kuda poni yang merasa dirinya kuat dan bebas. Berfikir bahwa dia bahagia. Lalu tiga kucing kecil datang. Dan merubah hidupnya. Mereka membuatnya tertawa,,, hohoho. Mereka telah membuatnya menangis huuuuu. Dia tidak seharusnya mengucapkan selamat tinggal. Dan sekarang dia tahu kalau dia tidak bisa berpisa dengan ketiga kucing kecil itu. Yang sudah merubah hatinya. Tamat” dan ketiga anak itu sudah tertidur, Mr H pun segera keluar kamar, tetapi sesaat Mr H ingin membuka pintu, dia kembali, dan mencium kening Eliza, lalu Riani, dan ketika ingin mencium kening Elina, elina terbangun dan mengucapkan “aku cinta kamu ayah” dan Mr H pun meneteskan air mata sambil berkata ”aku juga mencintaimu” dan Elina pun langsung terbaring dan memejamkan matanya, Mr H pun bergegas keluar kamar. Prof meminta maaf atas kesalahannya tempo hari, tetapi Mr H sudah lama memaafkannya. Kini kehidupan Mr H sudah berubah drastis, saldo di bank pun sudah bisa diisi kembali, dan bisa mengganti barang-baranng yang pernah di jual, untuk meneruskan penelitian itu. Kehidupan mereka begitu bahagia, Mr H sangan mencintai ketiga anaknya, walaupun itu bukan anak kandungnya, tapi dia merasakannya lebih dari sekedar anak angkat. The End
By Eko The Power Of Smile

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s