Berusaha Atas Dasar Ketuhanan Membentuk Kekuatan Tanpa Batas


Catatan ini aku (penulis) publikasikan bersumber dari catatan pribadi perjalanan penulis. Bukan sekedar ingin membuat postingan baru atau memperbanyak postingan, tapi penulis berharap ini akan dapat turut menularkan hikmah, pelajaran, dan gelora semangat membara kepada para Sobat Kreatif Indonesia yg telah penulis terima dari hikmah perjalanan hidup yg dilaluinya. OK. Salam Kreatif dan Semoga Bermanfaat!

Sobat Kreatif Indonesia

Usaha keras atas dasar ketuhanan, keyakinan yang begitu mendalam akan adanya balasan dari Tuhan, dan kesadaran akan kesertaan Tuhan dalam setiap langkah membuat tekad diri tak mungkin dipudarkan. Begitu yakin untuk tak mungkin gagal, tak mungkin untuk berhenti di tengah jalan, tak akan mundur selangkahpun. Kemantapan hati yang demikian membuat langkah ini begitu mantap, begitu kuat. Bergerak seolah tak ada lelah, tak ada bosan, tak ada waktu untuk menunda dan istirahat, membawa emosi yang tak terhentikan. Kekuatan yang luar biasa yang tak pernah terprediksikan begitu kuatnya. Ternyata sebetulnya aku memang bisa!!! Yahhh… Itu dia, karena Tuhan selalu membantuku yang berkehendak baik pada Tuhan, memperjuangkan kebaikan yang telah Tuhan ajarkan. Bagaimana bisa sebegitu kuat? Hati Kita yang begitu yakin, mantap, kuat, memiliki kekuatannya tersendiri. Terlebih, hati ini telah terhubung pada sumber pembentuk segala emosi dan spirit, Tuhan Yang Maha Kuasa. 

Lihatlah Candi Borobudur, Candi Prambanan, atau apapun yang telah dibangun dengan asas ketuhanan. Terlepas dari keyakinan terhadap agama apakah yang mereka anut, kepasrahan hati dan keyakinan mereka atas Tuhan Yang Maha Segalanya telah memberi mereka daya upaya yang tak terbayangkan. Bangunan-bangunan itu telah berusia sekian abad, terpendam berabad-abad, tak terawat sekian abad, namun kekokohan dan keluarbiasaannya masih dapat kita rasakan hingga kini. Beginilah hasil jerih payah yang berlandaskan iman pada hati mereka.

Dahulu mereka tidak pernah berharap hasil jerih payah mereka menjadi bangunan terkokoh, terhebat, menjadi tempat wisata, menjadi bangunan bernilai sejarah tinggi, atau bahkan mereka sama sekali tidak pernah berharap untuk menjadikan hasil jerih payah mereka sebagai salah satu keajaiban dunia. Sedikitpun tak pernah terlintas harapan-harapan duniawi yang demikian di hati mereka. Yang mereka lakukan hanyalah berusaha membuat tempat ibadah mereka sebaik mungkin dengan harapan akan memperoleh balasan yang mulia dari sisi-Nya. Iming-iming dan harapan kemuliaan itulah yang membuat tekad mereka tak dapat terhentikan untuk mengerjakan yang terbaik yang mereka bisa. Mereka yakin bahwa hasil jerih payah mereka akan dibalas dengan jauh lebih mulia di sisi Tuhan.

Bagaimana dengan Kita saat ini? Masih mungkinkah memiliki kekuatan demikian? Kenapa Tidak? Kita semua memiliki Tuhan. Pancasila sebagai Dasar Negara Kita telah mengajarkannya sebagai dasar yang pertama dan utama, “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Apakah ini hanya sekedar ungkapan, kata, atau hanya sebagai sekedar dasar negara yang disebut-sebut saja? Tidak. Inilah cermin Kita sebagai Bangsa Indonesia. Maka, tanamkan nilai ini di hati sanubari setiap diri Kita. Sebagai pelajar, jadikan diri ini berusaha sebisa mungkin, sak pol kemampuan, untuk menjadi para pelajar terbaik di mata dunia. Tuhan akan selalu senang pada orang yang berbuat baik dan bertanggung jawab. Tuhan akan semakin sayang padamu karena Kamu telah membuat orang tuamu bahagia, membuat guru-gurumu bangga, membuat sekelilingmu senang. Prestasi terbaikmu di mata dunia telah membuat segenap bangsa ini turut berbangga. Kamu membuat orang lain termotivasi, sehingga tak henti-henti pulalah Kamu memperoleh kebaikan dari setiap orang yang memperoleh kebaikan darimu. Dan akhirnya, Tuhan akan begitu sayang padamu.

Begitu pula dalam bekerja, jadilah pekerja yang terbaik. Curahkan ide-ide terbaikmu, seluruh daya dan upayamu, segala inovasi dan kreatifitasmu. Bahagiakan orang-orang yang kamu cintai. Ini tidak hanya tentang dirimu, ini tentang semua orang yang kamu cintai dan yang mencintaimu. Merekalah keluargamu, anak-anak dan istrimu, sanak saudara, orang-orang terdekat yang selalu di sisimu dalam setiap keadaanmu, baik senang maupun susah. Hasil jerih payahmu untuk mereka akan menjadi kabaikan yang begitu mulia di sisi Tuhan. Kamu telah menjadi perantara Tuhan dalam membanggikan rizki-Nya. Maka, berusahalah semaksimal mungkin. Semuanya tidak pernah sia-sia, segala kebaikan dari jerih payahmu akan kembali pada dirimu sendiri. Balasan kebaikan yang jauh lebih mulia telah Tuhan siapkan untukmu di sisi-Nya.

Yakinlah, semua jerih payahmu yang berlandaskan pengharapan begitu mendalam akan balasan Tuhan akan selalu dipermudah oleh-Nya. Semua akan terasa lebih mudah. Pasrahkan dirimu kepada-Nya, karena Dia-lah sumber segala kekuatan dan daya upaya. Sadarilah, kekuatan Tuhan tak pernah terbatas, sedang kekuatanmu begitu lemah dan tak pernah berguna ketika Tuhan berkehendak berbeda. Namun, semua jalan keluar selalu di sisi Tuhan. Ini bukan tentang sekedar motivasi, ini adalah janji Tuhan, “Tuhan akan selalu menolong setiap hamba-Nya yang mau menolong Tuhan”. Karena memang segala motivasi bersumber dari Tuhan. Ketika Tuhan tidak turut memotivasimu, sejuta kata mutiara pun tidak akan mampu menerangi hatimu.

Baiklah, sekian dari penulis, Semoga Bermanfaat dan Salam Kreatif! Jadilah GENERASI POSITIF, Generasi Muda Indonesia yang berjiwa positif!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s