Cara Berpikir dalam Menentukan Pasangan telah Membentuk Sikap Kita dalam Bertindak


Catatan ini aku (penulis) publikasikan bersumber dari catatan pribadi perjalanan penulis. Bukan sekedar ingin membuat postingan baru atau memperbanyak postingan, tapi penulis berharap ini akan dapat turut menularkan hikmah, pelajaran, dan gelora semangat membara kepada para Sobat Kreatif Indonesia yg telah penulis terima dari hikmah perjalanan hidup yg dilaluinya. OK. Salam Kreatif dan Semoga Bermanfaat!

Sobat Kreatif Indonesia

Jika tolok ukur/cara pandangmu terhadap wanita terletak pada kecantikannya, maka tak henti-hentinya kamu akan mencoba menilai seberapa pantaskah diri ini. Setampan apakah, secantik apakah rupa ini sehingga pantas bersanding dengannya yang tampak begitu menawa, mempesona, cantik jelita. Hingga tak henti-hentinyalah cara pandangmu ini membebanimu, ternyata orang lain yg itu jauh lebih tampan dariku, tak henti-hentinya kamu membandingkan rupa ini dengan setiap orang yg kamu jumpai dekat dengan sesosok yang kamu harapkan kecantikanya. Sehingga pikiran dan tindakanmu selalu sibuk dengan berusaha membandingkan dan menyamakan ketampanan/kecantikanmu sehingga dapat pantas untuknya. Pola pikir yang seperti itu membuatmu susah yang justru membuatmu melakukan tindakan-tindakan tak berguna yang mengabaikan keperluanmu yg jauh lebih penting.

Atau jika tolok ukur/cara pandangmu terhadap wanita/pria terletak pada kekayaannya, seberapa bergelimangkah harta kekayaannya. Ketika targetmu membuta pada pencarian pasangan yg ternyata bergelimang harta, sehingga tak jarang membuatmu berpikir, seberapa banyakkah hartaku ini sehingga pantas untuk bersanding dengannya, sehingga dia merasa dapat pantas menerimaku. Pola pikir begini membuatmu terus menerus bekerja ngoyo dengan tujuan yg sebetulnya semakin tak pasti. Dengan kayapun belum tentu dia mau untuk bersanding denganmu.

Tapi coba sesekali kamu renungkan, bagaimana seandainya tolok ukur yg kamu nilai dari seorang wanita/pria yg kamu harapkan adalah dari sisi agamanya, seberapa baikkah dirinya, seberapa solihahkah dirinya, seberapa faham agamakah dirinya. Bukankah ini jauh lebih baik bagimu. Seandainya saja pasangan idamanmu memiliki kefahaman agama yg tinggi, berbudi pekerti mulia, tentu pola pikirmu akan membawamu pada usaha agar setidaknya kamu juga harus berusaha untuk menjadi seseorang berbudi pekerti mulia seperti pasangan idamanmu. Kamu harus semangat ibadah, harus lembut dengan anak-anak kecil, baik kepada fakir miskin, bersopan santun yang tinggi, jujur, dan lain sebagainya yg tentu saja justru menjadi motivasi terpendam yang luar biasa bagimu. “Aku harus bisa mendapatkan si dia, maka aku harus bisa berbudi pekerti sebaik dia!” Sehingga, dalam kondisi ini, semakin kuat rasa cintamu, semakin besar motivasimu, dan semakin baiklah manfaat yang kamu terima, dan bukan tidak mungkin si dia betul-betul menjadi milikmu yg kini telah berbudi pekerti yang mulia. Bagaimanapun juga, sekalipun bagaimanapun cantiknya/tampannya pasangan idaman kamu, seberapa kayanyapun tetap saja mereka berkehendak memperoleh pasangan yang berbudi pekerti mulia, yang lemah lembut, kasih sayang, dan setia. Maka menilailah dan carilah wanita/pria sebagai pasangan idamanmu dari sisi agamanya sebagai pola pikirmu, sehingga semakin besar rasa cintamu, maka semakin kuatlah motivasi dirimu dalam mengarungi samudra kehidupan yg luas sebagai insan yang berbudi mulia.

Sekian dari penulis, Semoga Bermanfaat dan Salam Kreatif! Jadilah GENERASI POSITIF, Generasi Muda Indonesia yang berjiwa positif!

One thought on “Cara Berpikir dalam Menentukan Pasangan telah Membentuk Sikap Kita dalam Bertindak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s