Koneksi Database dengan PHP


Untuk menghubungkan sebuah skrip PHP dengan sebuah database server, tentunya Kita memerlukan sebuah otentikasi yang tepat agar Kita dapat dikenali oleh database server sebagai user yang berhak mengaksesnya. Oleh karena itu Kita memerlukan informasi hostname, username, dan password yang digunakan pada database server untuk melakukan koneksi tersebut. Adapun perintah pengkoneksian terhadap database server tersebut dapat Kita simpan dalam sebuah file tersendiri, langsung diketikkan pada file yang membutuhkan akses ke database server atau dapat diatur langsung sebagai konfigurasi default pada php.ini yang mengatur pengkoneksian ke database server (misalnya MySQL).
Adapun yang saat ini di-share-kan adalah dengan menyimpan perintah pengkoneksian dalam sebuah file tersendiri. Yang mana cara ini akan memberi keuntungan bahwa Kita tidak perlu mengetikkan ulang perintah koneksi berulang-ulang pada setiap file yang membutuhkan akses ke database server. Jadi dengan cara ini, setiap Kita memerlukan koneksi ke database server, Kita hanya perlu memanggil nama filenya saja sebagai argumen sebuah perintah yang mengakibatkan isi dari file tersebut akan disisipkan dalam file yang memerlukan koneksi tersebut.

// File: connect.php
<?php
$hostname = ‘localhost’;
$username = ‘root’;
$password = ”;
$database = ‘latihan’;

mysql_connect ( $hostname, $username, $password ) or die ( ‘Maaf, Koneksi gagal dilakukan!’ );
mysql_select_db ( $database ) or die ( ‘Maaf, database tidak ditemukan!’ );
?>

Sekain dulu ya, semoga membantu. Untuk teknik yang lain dan penjelasan lebih lanjut mengenai cara-cara sejenis ini InsyaAlloh akan disambung lagi pada kesempatan berikutnya. Terima Kasih, Semoga ada yang dapat diambil manfaatnya. Atau setidaknya ada memberi semangat untuk belajar web development.

Pembahasan HTML [2]


Insya Alloh, temen” sudah banyak memahami ya seperti yang pada Pembahasan HTML [1]. Nah, selanjutnya Kita mengenal tag-tag (elemen-elemen) pada HTML ya.. Setidaknya Kita akan mengenal tag-tag yang paling sering digunakan dalam web dev.
: memulai html.
: mengatur header.
: membuat judul dari sebuah halaman web.
: konten utama dari sebuah halaman web.

hingga

: membuat judul (header) dengan tampil tebal dan ukuran sesuai dengan levelnya 1 sampai 6. h1 merupakan header dengan ukuran paling besar, sedangkan h6 merupakan yang ukuran teksnya paling kecil dari header.

: membuat paragraf.

: line break atau pindah baris. Elemen ini tidak memiliki tag penutup, sehingga penulisannya menjadi memiliki / sebelum >.

    : mendefinisikan sebuah unordered list (daftar tak berurut), sehingga Kita menciptakan sebuah list yang tidak bernomor.

      : mendefinisikan daftar bernomor.

    1. : membuat konten daftar.

      : menyisipkan gambar.

      : mendefiniskan tabel.

      : mendefinisikan judul tabel.

      : mendefinisikan baris.

      : mendefinisikan kolom.

      Untuk referensi dan contoh sederhana, teman” bisa coba postingan di blogq yg dulu di sini http://communityoflearners.wordpress.com/2010/01/14/melakukan-pemformatan-dasar-pada-dokumen-html/..
      Atau juga dapat mendownload modul yang dulu pernah dibuat untuk teman” sekelas di sekolah: http://www.feeltothink.co.cc/sintangwebdeveloper/Modul-Web-Development.pdf .

      Pembahasan HTML [1]


      Hmm, sekarang coba Kita bersama-sama memandang betul-betul sebuah layar monitor di depan Kita yang menampilkan halaman Facebook, cobalah untuk memandang dari tampilan paling atas browser, ada yang bertuliskan Sintang Web Developer, hingga ke paling bawah hingga tertulis Obrolan. Dari manakah mereka semua itu berasal? Nah, bagian-bagian tersebut mulai dari atas hingga paling bawah terbagi-bagi menjadi beberapa bagian yang terstruktur dalam elemen-elemen halaman website yang Kita sebut HTML.

      Pada dasarnya, HTML merupakan teks biasa yang akan jadi sangat membosankan untuk Kita baca. Tapi sebetulnya itulah halaman web yang sungguhan. Nah, bagaimana mungkin kemudian Kita dapat menjumpai halaman yg berwarna-warni dengan berbagai gambar dan tampilan yang menarik? Nah, tugas inilah yang kemudian dilakukan oleh browser yang membuka halaman website tersebut. Jadi, ketika sebuah halaman website dibuka dengan Firefox, maka akan menampilkan tampilan web yg menarik, namun ketika dibuka dengan teks editor seperti Notepad, hanya akan tampil teks-teks yang membentuk halaman website tersebut dalam struktur dan aturan yang dikenal sebagai HTML.

      Bagaimana? Insya Alloh teman” sudah dapat memahami ini dengan baik. Selain itu, untuk melihat aturan HTML yg digunakan pada sebuah halaman web dari browser, juga dapat dilakukan dengan klik kanan pada halaman web, kemudian pilih “Lihat kode sumber laman” atau “View Source”, atau dengan hanya menekan Ctrl+U di Firefox. Ketika tampil, jangan terlalu peduli dengan kode yang mungkin sebagian mengatakan bahwa terlalu sulit untuk dimengerti, yang pasti teman” sudah memahaminya.

      Seperti juga teknologi-teknologi lainnya, HTML juga terus mengalami perkembangan sehingga kini Kita mengenal HTML5, yang sebelumnya pernah Kita kenal HTML4.01, XHTML1.0, dll. Namun yang pasti, Kita menggunakan HTML versi manapun, browser tetap akan mengenalinya, meski pada HTML5 belum semuanya dapat dikenali oleh semua browser yg ada sekarang. Elemen-elemen dalam sebuah halaman web terbagi-bagi dalam pengelompokan yang dikenal sebagai tag-tag HTML yang terstruktur. Bagaimana pengelompokan tersebut? Misalnya Kita ingin meletakkan elemen paragraf di sebuah halaman web, maka Kita menandainya dengan menuliskan

      Paragraf pertama

      . Sehingga elemen paragraf tersebut ditandai diantara tag

      dan

      . Tag yang pertama merupakan tag pembuka, dan yang kedua merupakan tag penutup. Dalam HTML, tag-tag yang membagi elemen-elemen halaman website tersebut sudah ditentukan dan Kita hanya perlu menggunakannya saja, jadi Kita tidak perlu mendefinisikan tag sendiri.

      Sebagai referensi, daftar tag-tag HTML4.01 dan XHTML1.0 dapat Kita lihat bersama di http://www.w3schools.com/tags/default.asp . Jangan begitu khawatir melihat daftar tag yang begitu banyak, Kita tidak harus menggunakan semuanya untuk membuat halaman web yang sudah dikata bagus, namun dapat memahami kesemuanya tentu saja itu lebih baik. Dan sebetulnya nama-nama tag tersebut juga telah dibuat sedemikian rupa agar mudah dimengerti kok, jadi jangan khawatir. Sebagai catatan, dalam daftar tag-tag tersebut terdapat beberapa yang memperoleh label Deprecated berwarna merah, sehingga tag-tag tersebut akan lebih baik tidak digunakan dan digantikan dengan teknologi atau tag yang lain yang lebih baik.

      Mengenai tag-tag yang sering digunakan dan penjelasannya, akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya, namun sebelumnya Kita perlu mengenal HTML yang terstruktur. Adapun struktur pokok dari sebuah halaman website (HTML) adalah sebagai berikut:

      Judul Halaman

      Paragraf 1

      Jadi, struktur utama dari halaman web tersebut dinaungi oleh sebuah tag utama yaitu . Kemudian yang tepat berada di bawahnya adalah dan . Nah, anggaplah halaman ini adalah sebagai sebuah surat formal. Jadi, head merupakan kepala atau kop suratnya yang akan berada di bagian atas dan biasanya berisi judul, sedangkan yang berada di antara tag pembuka dan penutup body merupakan isi dari surat tersebut. Sehingga ketika ditampilkan dalam sebuah browser, head tidak akan ditampilkan di dalam halaman secara langsung, namun di title bar dari browser. Tepatnya, judul halaman ini diatur oleh tag . Sedangkan body tentu saja akan tampil di halaman utama yang menampilkan konten web.

      Bagaimana Kita akan memulai mempraktikkannya? Teman-teman bisa mencobanya sendiri dengan menggunakan teks editor seperti Notepad (Start Menu > All Programs > Accessories > Notepad), kemudian mengetikkan atau mengkopi saja teks yang berisi elemen-elemen HTML (disarankan untuk mengetikkan), kemudian menyimpannya. Dalam penyimpanan, isikan nama file dengan nama sekeinginan teman-teman dan nama file diakhiri dengan .htm atau .html . Sebelum menekan tombol Save, sebaiknya Kita pastikan bahwa pada bagian Save as type telah terpilih All Files.

      Buka file tersebut, dan akan dijumpai tampilan seperti pada http://www.feeltothink.co.cc/sintangwebdeveloper/latihan1.html .
      Terima Kasih, Semoga Manfaat.

      Membuat Aplikasi Berbasis Desktop dengan HTML & JavaScript di Windows


      Kok bisa aplikasi berbasis desktop dengan HTML? Iya ya, bukannya HTML buat aplikasi berbasis web. Apa ya bisa? Aneh banget deh judul statusnya. Ya begitulah, yang pasti Kita akan dapat membuat program keren dengan ini (gak perlu ribet” banget kayak programmer kok, coba aja, dn langsung bisa). hehe
      Hal tersebut tidaklah akan begitu aneh bagi Kita nantinya, jadi biasakan dulu diri Kita untuk menyimak, hehe.
      Coba buka notepad untuk mengetikkan kode html singkat berikut:
                      Sintang Web Developer
      Selamat Datang di Program Terbaruku Ini!
      Nah, kemudian simpan file tersebut dengan nama file latihan.hta (Kita gunakan ekstensi .hta dan bukan .html atau .htm), sebaiknya Kita juga pastikan bahwa Save as Type pada All Files.
      Kemudian buka file tersebut, dan hasilnya…… Tara, sebuah program berbasis desktop ala HTML telah berhasil Kita ciptakan.
      *catatan: Tidak hanya HTML, Kita juga bisa gunakan JavaScript, CSS, dan berbagai teknologi web berbasis client. Sebetulnya file *.hta tersebut dalam pemanggilannya akan menggunakan program (sedikit tersembunyi) dalam Windows yang bernama mshta.exe (program mirip browser). 
      Sekian, semoga bermanfaat…..!

      Membuat File untuk Memanggil Sebuah Alamat Website dengan Mudah


      Teman-teman ingin membuat sebuah file yang ketika dibuka maka akan memerintahkan browser untuk membuka alamat website Anda? Hmm, salah satu solusi untuk pengguna Windows adalah dengan membuat file *.url. Gimana caranya ya?
      Anda dapat menggunakan sembarang text editor (misalnya: notepad) untuk mengetikkan teks berikut:
      [InternetShortcut]
      url=http://sintangwebdeveloper.blogspot.com
      Simpan file dengan nama (misalnya) Sintang Web Developer.url. Sebaiknya Anda pastikan bahwa pilihan Save As Type pada kotak dialog Save As merujuk pada nilai All Files. Untuk mengujinya, maka buka file yang Anda buat tersebut, maka akan dipanggil sebuah url sesuai dengan nilai yang diberikan dalam file *.url yang Kita ciptakan.
      *catatan: sebaiknya dalam penamaan file tersebut Kita gunakan nama file yang lebih dari satu kata, karena ternyata (di komputer saya), ketika file disimpan dengan satu kata misalnya “belajar” (tanpa petik), maka akan tampil keterangan error.

      Sekian, semoga bermanfaat!

      Membedakan subdomain, parked domain, dan add-on domain


      /*———–SUBDOMAIN——–​–*/Dapat dikatakan bahwa subdomain merupakan sub bagian dari domain utama. Misalnya Kita memiliki sebuah domain http://www.webkita.com, yang mana di dalam domain utama tersebut terdapat direktori “forum” tanpa petik. Sehingga Kita memiliki sebuah lokasi http://www.webkita.com/forum yang dapat Kita akses. Nah dengan fasilitas yang diberikan oleh web hosting yang Kita gunakan, Kita dapat membuat lokasi tersebut dapat dipanggil melalui forum.feeltothink.com. Nah, lokasi yang seperti inilah yang dikenal sebagai subdomain. Sehingga apabila Kita sering menjumpai url seperti books.google.com, maka yang seperti itulah yang dimaksud subdomain.

      /*———-PARKED DOMAIN———-*/
      Berbeda dengan subdomain yang hanya menggunakan satu domain utama. Pada parked domain, Kita harus memiliki dua buah domain. Yang mana pada parked domain Kita membuat agar http://www.webkita.com dengan http://www.webkitayglain.com sama-sama menuju lokasi yang sama, hanya domainnya saja yang berbeda. Jadi pada request terhadap http://www.webkita.com/index.html dengan http://www.webkitayglain.com/index.ht​ml, file index.html adalah file yang sama.

      /*———-ADD-ON DOMAIN———-*/
      Seperti pada Parked Domain, add-on domain adalah dua domain yang berbeda, namun menuju pada sebuah server dan lokasi utama yang sama. Misalnya Kita memiliki lokasi sebagai berikut http://www.webkita.com/folder/index.h​tml. Dengan Add-On domain, berarti Kita dapat membuat http://www.webkitayglain.com menuju ke lokasi lokasi tersebut, http://www.webkita.com/folder/index.h​tml. Sehingga tanpa disadari, ketika pengunjung membuka http://www.webkitayglain.com ternyata yg diakses sebenarnya merupakan file index.html yg berada dalam http://www.webkita.com/folder/.

      var okey_friend = ‘this just a share of little part of world that have I get… Moga Bermanfaat, Dan mohon maaf Jika ada salahnya. Setiap kekurangan pasti tetap ada faedahnya yang bisa diambil. Terima Kasih’;