[Puisi] Sungguh Hatiku Harapkan Aku yang Lebih Baik


Di sela-sela hiruk pikuk cemoohan nafsu diriku,

Bersela sehelai bening batin nafsiku,

Tersadar akan semua tak bisa dimengerti dalam dunia yang tak pernah tentu awal dan akhirnya

Dan semuanya tetap berada dalam kepastian batas-batas Illahi

Akhirnya kucoba untuk membiarkan istana elok hatiku mencari jalan penentu

Dalam sela uraian makna hati yang tak pernah kutahu

Aku ingin bisa berubah dan jadi yang lebih baik dari sekedar terlihat baik yang tak pernah begitu lama membekas dalam hatiku

Semua hanya semu.

Dan kini Aku tahu, membaca dunia memang bukan hal yang mudah,Aku tak tahu harus memberi tolok ukurku pada siapa

Tak seharusnya aku memandang betapa terbelakangknya aku

Begitu gerah aku menilai betapa indahnya seseorang

Kebencianku terhadap diriku sendiri tak dapat menguakkan rahasia kebencianku padanya

Kedengkian kian membara menggelora api nafsu

Luap-luap gejolak rasa,

Membiarkan aku tersungkur meratapi gencatan batin tiada henti

Tindakan yang memang tak mampu ditebus berjuta kebaikan dalam nafsu bersarang dalam diri

Cita-cita yang begitu menggambarkan suara hati

Lirih, lembut, halus dan terpadu

Memberi suasana hening tanpa sendu

Rintihan, tangisan, bahkan jeritanpun seakan tak berguna

Yang ada hanya sesal tak berujung

Meski matahari memilih untuk berputar haluan

Meski aku tak pernah memberi kesan untuk terus seperti ini

Semuanya tetap terjadi sesuai haluan dan kesadaran diri

Terdiam dalam kerinduan yang buta penuh makna tanpa arti

Semua sudah lalu, namun tak pernah berlalu

Hanya sekedar tak begitu terasa dalam benak tak menentu

Sssst, diiam. Biarkan aku mencoba untuk mengerti

Meski dalam kesunyian yang tak pernah begitu dapat memberiku pengertian

Jika aku bertolak untuk membaca potret diriku,

maka aku hanya akan bergumam tak pernah menghayati nikmat dan menguraikan kesyukuranku

Jika aku bertolak untuk sekedar membaca potret mereka,

maka hanya sekedar duka bertimpa sekian kebencian yang bertolak pada nafsiku sendiri

Harus kumengerti, hanya aku yang dapat membentuk dan memberi gambaranku tentang aku

Berjuta-juta makhluk bertanya dan bercerita tentang aku

Maka hanya aku yang dapat mengurai makna dari kerinduan terhadap hatiku

Hati, hanya hati yang suci yang diharap, meski bukan aku yang mengatur tentang bentuk hati ini

Bersama-sama dengan berpasrah pada hati dan ketulusan tiap-tiap kalbu

Mukjizat bukanlah ketidakmungkinan dan khayalan belaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s